Community Based Tourism Mendorong Pariwisata Berkelanjutan Wisata Kapalo Banda Nagari Taram Kabupaten Lima Puluh Kota
DOI:
https://doi.org/10.24036/scemp.v2i2.263Keywords:
Masyarakat, Pengelolaan, Pemerintah, Pembangunan berkelanjutan, WisataAbstract
Penelitian ini membahas tentang bagaimana keterlibatan masyarakat lokal dan dukungan pemerintah dalam pengelolaan wisata Kapalo Banda atau yang dikenal dengan Wakanda (Wisata Alam Kapalo Banda) di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata serta dukungan pemerintah dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Teori yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah teori agency Anthony Giddens.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, ditemukan masyarakat berperan sebagai agen penggerak kegiatan wisata, sedangkan pemerintah berperan sebagai stakeholder utama yang memberikan arahan dan dukungan terhadap pembangunan dan pengelolaan wisata kapalo banda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat khususnya pemuda Jorong Tanjung Ateh memiliki inisiatif dan tanggung jawab dalam membangun serta mengelola kawasan wisata secara mandiri melalui sistem bagi hasil dan kegiatan gotong royong rutin yang dilakukan. Community Based Tourism tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat tetapi juga dampak lingkungan dan juga meningkatkan hubungan sosial diantara masyarakat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









