Resiliensi Masyarakat Pesisir Pascabanjir Melalui Pemanfaatan Material Sisa Banjir di Pantai Parkit Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.24036/scemp.v3i1.541Keywords:
Banjir, Masyarakat Pesisir, Pantai Parkit, Resiliensi Sosial, Sumatera BaratAbstract
Banjir yang terjadi di Pantai Parkit Kota Padang menyebabkan menumpuknya material sisa banjir berupa kayu dan ranting yang mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, terutama nelayan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan pesisir, tetapi juga menurunkan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi masyarakat pesisir pascabanjir melalui pemanfaatan material sisa banjir di Pantai Parkit Kota Padang. Penelitian menggunakan perspektif Teori Resiliensi Sosial Neil Adger dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Informan penelitian dipilih secara purposive sebanyak 10 orang yang terdiri atas nelayan, pedagang kawasan pantai, dan warga yang terlibat dalam pemanfaatan material sisa banjir. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan material sisa banjir melalui kegiatan pengumpulan, pemilahan, pengolahan, dan penjualan kayu yang masih memiliki nilai guna. Pemanfaatan tersebut menjadi sumber pendapatan alternatif ketika aktivitas melaut terganggu. Dalam perspektif resiliensi sosial, masyarakat menunjukkan kemampuan bertahan, beradaptasi, dan melakukan pemulihan melalui pemanfaatan sumber daya lokal serta dukungan pemerintah dalam pembersihan kawasan pesisir. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal dalam memperkuat resiliensi masyarakat pesisir pascabencana.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









