Perubahan Sosial Masyarakat Pasca Galodo 2025 di Keluarahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.24036/scemp.v3i1.550Keywords:
Bencana alam, Pasca galodo, Perubahan sosial, Resiliensi masyarakatAbstract
Bencana galodo yang terjadi di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang pada tahun 2025 tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Kondisi ini mendorong terjadinya berbagai bentuk perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat pasca galodo 2025, bentuk resiliensi dan strategi bertahan hidup yang dilakukan dalam proses pemulihan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 8 orang informan. Adapun kriteria pemilihan informan yaitu masyarakat yang terdampak galodo di Kelurahan Lubuk Minturun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) meningkatnya solidaritas sosial dan gotong royong (2) kehilangan mata pencarian (3) ketergantungan pada bantuan eksternal (4) pembangunan infrastruktur mitigasi bencana. Namun demikian, masyarakat menunjukkan resiliensi melalui pembangunan kembali sumber mata pencaharian, pemanfaatan jaringan sosial dan kekerabatan, serta meningkatnya kesadaran terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









