Surau/MDTA sebagai Ruang Pembelajaran Berbasis Komunitas di Sumatera Barat

Authors

  • Aisyah Zahra Universitas Negeri Padang
  • Gusmira Wita Universitas Negeri Padang
  • Adzmy Altha Azkiya Universitas Negeri Padang
  • Annisya Sukma Dewi Universitas Negeri Padang
  • Syiva Rezki Universitas Negeri Padang
  • Marwatil Husna Universitas Negeri Padang
  • Widya Trisna MGMP Sosiologi Kabupaten Tanah Datar

DOI:

https://doi.org/10.24036/scemp.v3i1.576

Keywords:

Budaya Minangkabau, Pendidikan berbasis surau, MDTA, Pembentukan karakter

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan berbasis surau/MDTA sebagai ruang pembelajaran berbasis komunitas dalam pembentukan karakter siswa, pewarisan nilai budaya Minangkabau, serta penguatan identitas sosial masyarakat di Nagari Sawah Tangah, Sumatera Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan pola interaksi sosial generasi muda yang berpotensi mempengaruhi keberlangsungan pendidikan tradisional berbasis surau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas kepala MDTA, guru mengaji, orang tua siswa, alumni, serta siswa yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran di surau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis surau tidak hanya berfungsi sebagai ruang pembelajaran agama, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter melalui pembiasaan nilai disiplin, sopan santun, tanggung jawab, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta pembentukan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, surau juga berperan penting dalam mempertahankan nilai budaya Minangkabau melalui internalisasi norma sosial dan adat yang terintegrasi dengan ajaran Islam berdasarkan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Di sisi lain, modernisasi dan penggunaan teknologi digital menjadi tantangan bagi keberlangsungan pendidikan berbasis surau karena mempengaruhi minat belajar serta pola interaksi sosial anak. Namun demikian, surau tetap relevan sebagai institusi pendidikan berbasis komunitas yang mampu memperkuat karakter, moralitas, dan ketahanan budaya masyarakat di tengah perubahan zaman.

Downloads

Published

2026-06-09

How to Cite

Zahra, A., Wita, G., Altha Azkiya, A., Sukma Dewi, A., Rezki, S., Husna, M., & Widya Trisna. (2026). Surau/MDTA sebagai Ruang Pembelajaran Berbasis Komunitas di Sumatera Barat. Social Empirical, 3(1), 109–119. https://doi.org/10.24036/scemp.v3i1.576