Pendidikan Berbasis Surau di MDTA Nurul ‘Ulya dalam Pembentukan Karakter dan Ketahanan Budaya Minangkabau
DOI:
https://doi.org/10.24036/scemp.v3i1.577Keywords:
Ketahanan Budaya, Pendidikan Berbasis Surau, Pembentukan KarakterAbstract
Pendidikan berbasis surau memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak dan pelestarian nilai budaya Minangkabau di tengah perubahan sosial masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk pendidikan berbasis surau, proses pembentukan karakter anak, serta peran MDTA Nurul ‘Ulya dalam menjaga nilai budaya Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada Mei 2026 dengan melibatkan tujuh informan yang terdiri atas guru mengaji, pengelola surau, peserta didik, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MDTA Nurul ‘Ulya merepresentasikan bentuk modernisasi surau tradisional melalui penerapan kurikulum Kementerian Agama, pembiasaan ibadah, penguatan disiplin, kegiatan Didikan Subuh, serta keteladanan guru dalam aktivitas pembelajaran. Proses pembentukan karakter berlangsung melalui interaksi harian antara guru, siswa, dan orang tua, termasuk pemanfaatan grup WhatsApp sebagai media komunikasi untuk memantau tugas dan perkembangan belajar anak. Selain itu, MDTA Nurul ‘Ulya turut menjaga nilai budaya Minangkabau melalui pembiasaan sopan santun, penghormatan kepada orang yang lebih tua, etika berpakaian, serta penguatan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis surau masih relevan sebagai ruang pendidikan agama, pembentukan karakter, dan ketahanan budaya lokal di tengah tantangan modernisasi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









