Ketimpangan Paparan Risiko Bencana: Modal Sosial dalam Resiliensi Masyarakat Pascabencana di Kelurahan Kapalo Koto Kota Padang

Authors

  • Eva Dwi Iswari Universitas Negeri Padang
  • Delmira Syafrini Universitas Negeri Padang
  • Fauzi Ariansyah Universitas Negeri Padang
  • Annisya Sukma Dewi Universitas Negeri Padang
  • Syiva Rezki Universitas Negeri Padang
  • Daffa Febrian Universitas Negeri Padang
  • Roby Syafwar LSM JEMARI Sakato
  • Nuwirman Nuwirman LSM JEMARI Sakato

DOI:

https://doi.org/10.24036/scemp.v3i1.582

Keywords:

Banjir Bandang, Kapalo Koto, Modal Sosial, Resiliensi Masyarakat

Abstract

Bencana banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Kapalo Koto, Kota Padang, telah menimbulkan dampak yang signifikan dengan tingkat kerentanan yang tidak merata akibat adanya ketimpangan paparan risiko bencana. Perbedaan kondisi sosial-ekonomi, kepemilikan sumber daya, serta kapasitas adaptasi menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan yang bervariasi dalam proses pemulihan pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan paparan risiko bencana serta mengkaji peran modal sosial dalam membangun resiliensi masyarakat pascabencana di Kelurahan Kapalo Koto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe kajian etnosains. Informan penelitian berjumlah 8 (delapan) orang yang dipilih secara purposive sampling, terdiri dari masyarakat terdampak bencana, tokoh masyarakat, pemuda setempat, dan korban bencana. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan paparan risiko bencana terefleksi pada perbedaan tingkat kerusakan aset fisik, kehilangan mata pencaharian, serta kemampuan ekonomi pascabencana. Di tengah keterbatasan tersebut, modal sosial yang termanifestasi melalui praktik gotong royong, solidaritas, hubungan saling percaya, dan jaringan sosial antarwarga terbukti menjadi sumber daya kunci dalam memperkuat resiliensi kolektif. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan manajemen bencana tidak dapat hanya bertumpu pada mitigasi fisik, tetapi harus mengintegrasikan penguatan modal sosial sebagai variabel krusial dalam pemulihan berkelanjutan (sustainable recovery). Penelitian ini memiliki limitasi pada lingkup lokus yang spesifik, sehingga disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas cakupan wilayah penelitian dengan pendekatan kuantitatif atau metode campuran guna menguji peran kebijakan kelembagaan dan faktor ekonomi secara lebih komprehensif.

Downloads

Published

2026-06-09

How to Cite

Eva Dwi Iswari, Delmira Syafrini, Fauzi Ariansyah, Annisya Sukma Dewi, Syiva Rezki, Daffa Febrian, … Nuwirman, N. (2026). Ketimpangan Paparan Risiko Bencana: Modal Sosial dalam Resiliensi Masyarakat Pascabencana di Kelurahan Kapalo Koto Kota Padang. Social Empirical, 3(1), 52–63. https://doi.org/10.24036/scemp.v3i1.582

Issue

Section

Permasalahan Sosial & Tantangan Perkembangan