Eksistensi Pendidikan Surau dalam Pembentukan Karakter di Sumatera Barat

Authors

  • Ratu Fitri Aisyah Universitas Negeri Padang
  • Gusmira Wita Universitas Negeri Padang
  • Nur Aisyah Universitas Negeri Padang
  • Ratih Haifa Putri Universitas Negeri Padang
  • Atiqah Mufidah Universitas Negeri Padang
  • Zuama Furgani Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/scemp.v3i1.583

Keywords:

Generasi Muda, Minangkabau, Pendidikan Surau, Pendidikan Karakter

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan perubahan gaya hidup masyarakat saat ini membawa pengaruh terhadap kehidupan generasi muda, terutama dalam kebiasaan berinteraksi dan mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar. Anak-anak dan remaja mulai lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget sehingga keterlibatan mereka dalam aktivitas sosial dan pendidikan agama mengalami penurunan. Kondisi tersebut turut memengaruhi pembentukan karakter, seperti kedisiplinan, sopan santun, dan kepedulian sosial. Dalam masyarakat Minangkabau, surau sejak dahulu bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat belajar agama dan pembinaan akhlak bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana keberadaan pendidikan surau tetap bertahan dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman modern. Penelitian dilakukan di Masjid Raya Gantiang Kota Padang dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri dari pengurus masjid, guru mengaji, santri, orang tua, dan alumni surau yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan surau masih memiliki peran penting dalam menanamkan nilai religius dan sosial kepada anak-anak dan remaja melalui kegiatan mengaji, hafalan doa, pembelajaran akhlak, salat berjamaah, serta kegiatan remaja masjid. Proses pembelajaran yang dilakukan secara rutin membuat anak-anak terbiasa bersikap disiplin, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. Walaupun penggunaan gadget menjadi tantangan bagi keberlangsungan kegiatan surau, masyarakat dan pengurus masjid tetap mempertahankan kegiatan pendidikan surau sebagai bagian penting dalam menjaga nilai agama dan budaya Minangkabau di tengah kehidupan modern saat ini.

Downloads

Published

2026-06-09

How to Cite

Fitri Aisyah, R., Gusmira Wita, Nur Aisyah, Ratih Haifa Putri, Atiqah Mufidah, & Zuama Furgani. (2026). Eksistensi Pendidikan Surau dalam Pembentukan Karakter di Sumatera Barat. Social Empirical, 3(1), 129–138. https://doi.org/10.24036/scemp.v3i1.583