Surau Sebagai Pedagogi Indigenous dalam Pembentukan Karakter dan Identitas Lokal Minangkabau
DOI:
https://doi.org/10.24036/scemp.v3i1.585Keywords:
Minangkabau, Pendidikan surau, Pedagogi indigenous, Pendidikan karakterAbstract
Pendidikan berbasis surau memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan pelestarian identitas lokal masyarakat Minangkabau di tengah tantangan modernisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendidikan surau sebagai model pedagogi indigenous dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam, adat Minangkabau, dan pembentukan karakter peserta didik di MDTA Mukhlisin Muhammadiyah Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan pengurus lembaga, guru, santri, orang tua, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surau berfungsi sebagai ruang pedagogi indigenous yang menghubungkan pendidikan Islam dengan nilai budaya Minangkabau melalui pembelajaran Al-Qur’an, akidah, akhlak, fikih, sejarah kebudayaan Islam, dan bahasa Arab. Pembentukan karakter dilakukan melalui pembiasaan adab, sopan santun, penghormatan kepada orang tua dan guru, keteladanan, serta pengenalan nilai lokal seperti Sumbang Duo Baleh. Di tengah pengaruh modernisasi dan budaya digital, gerakan Kembali ke Surau menjadi strategi sosial-keagamaan untuk memperkuat identitas lokal generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan surau memerlukan sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat agar nilai Islam dan budaya Minangkabau tetap diwariskan secara berkelanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









