Budaya Penggunaan Tiktok dan Konstruksi Stres Digital di Kalangan Mahasiswa Sosiologi, Universitas Negeri Padang
DOI:
https://doi.org/10.24036/scemp.v3i1.595Keywords:
Budaya digital, FOMO Stres digital, TikTokAbstract
Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan terhadap pola komunikasi dan interaksi sosial mahasiswa, terutama melalui penggunaan aplikasi TikTok. Penggunaan TikTok yang intensif tidak hanya membentuk budaya digital baru, tetapi juga memunculkan berbagai tekanan sosial dan psikologis yang dikenal sebagai stres digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya penggunaan TikTok serta konstruksi stres digital di kalangan mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa sebagai media hiburan, sumber informasi, sarana mengikuti tren, dan tempat menghilangkan rasa jenuh. Tingginya intensitas penggunaan TikTok membentuk pola interaksi sosial baru seperti kebiasaan mengikuti tren viral, membahas konten FYP, serta munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Selain itu, penggunaan TikTok secara berlebihan juga berkontribusi terhadap munculnya stres digital berupa kecemasan, overthinking, insecure, kelelahan mental, dan gangguan fokus akibat tekanan sosial di media digital. Dalam perspektif Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, stres digital terbentuk melalui proses interaksi sosial dan budaya digital yang terus direproduksi dalam kehidupan mahasiswa sehari-hari.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









